by

Haji Lulung mengaku tidak bisa jauh-jauh dari Nahdlatul Ulama (NU)

-Berita, Daerah-83 views

Jakarta – Anggota DPR RI Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengku tidak bisa jauh-jauh dari keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU),
Hal ini, diakui Haji Lulung, lantaran dirinya lahir dan dibesarkan di lingkungan nahdliyin yang kuat.

Dia juga mengaku, sangat akrab dengan kultur dan aktivitas keagamaan atau amaliah nahdliyin. Termasuk juga tradisi menjaga silaturrahmi dengan ulama NU di Ibu Kota.

Demikian disampaikan Haji Lulung saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kepulauan Seribu masa khidmat 2020-2025 di Wisma Arga Mulya Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat (20/11/2020) kemarin.

Dalam kesempatan ini, Haji Lulung hadir dengan mengenakan baju kokoh dan sarung layaknya pakaian khas kaum Nahdliyyin. Tak lupa, peci hitam tersemat di kepalanya.

Adapun jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu yang dilantik antara lain, Rois syuriyah, KH. Mawardi, S. Ag, Katib H. Damanhuri, Ketua Sumarno, S. Pd. I, Sekretaris Fahrullah, S. Sos. I serta Bendahara Bastian, S. Pd.

Usai acara pelantikan, PCNU Kabupaten Kepulauan Seribu juga menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Angkatan ke-255 selama tiga hari 20 – 22 November 2020. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid 19.

MKNU ini diikuti oleh kader NU dari berbagai lembaga, Lajnah, MWC dan Ranting NU. Haji Lulung sendiri juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MKNU hingga selesai.

Haji Lulung menjelaskan, disela-sela kesibukannya sebagi wakil rakyat di Senayan, dirinya sengaja ikut MKNU karena ingin menambah wawasan keaswajaan secara terprogram dan detail, khususnya yang berkaitan dengan tantangan sosiokultural di masyarakat akhir-akhir ini.

“Ini sangat penting bagi saya. Seperti yang saya ikuti materi tentang Islam Nusantara, saya lihat ada keunikan di dalamnya,” kata Legislator asal Dapil 3 DKI Jakarta itu.

Lebih lanjut, Haji Lulung mengatakan, bahwa dirinya secara lahir batin selalu siap untuk berkhidmad di NU serta mengimplementasikan semua ilmu yang di perolehnya melalui MKNU tersebut.

“NU adalah ruh bagi saya karena orang tua dan kakek saya merupakan NU tulen, saya juga selama ini hidup dengan amaliah-amaliyah nahdliyin, seperti maulid Nabi dan tahlilan. Jadi, saya ini gak bisa jauh-jauh dari NU,” ucap tokoh Nahdlatul Ulama Betawi itu.

Untuk diketahui, selama ini mantan Wakil Ketua DPRD DKI dua periode itu juga dikenal cukup dekat dengan para Ulama, Habaib, dan Kyai di Jakarta.

Bahkan, di tahun 2018 silam, Ketum Bamus Betawi itu secara khusus mengintruksikan kepada suporter Persija The Jak Mania untuk menggelar tahlilan dan doa bersama di kediaman salah satu suporter yang meninggal karena aksi pengeroyokan oleh sejumlah oknum sekawanan suporter Persib Boboto. Tim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed