by

Tembok Berdiri di atas Jalan Umum Telah Dibongkar PN Jakarta Utara Dimohonkan Pemda Segera Membongkar Kembali

Jakarta,Indonesiaxpost.com-Tembok setinggi 3 meter yang didirikan tepat diatas jalan umum yang berlokasi di Jalan Kapuk Indah Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan jakarta utara yang telah dirobohkan oleh Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada akhir 2018 lalu kembali berdiri tegak.

Kelompok Chandra Gunawan tanpa alasan yang jelas kembali mendirikan tembok baru yang terlihat dibuat sangat kokoh. Atas hal tersebut pihak The Tiau Hok alias Ahok merasa sangat dirugikan. Pihak Ahok menyebut tindakan Chandra gunawan cs telah sangat jelas melecehkan hukum negara.

Padahal diketahui Candra Gunawan cs telah ditetapkan menjadi tersangka di Subdit Kamneg Polda Metro Jaya dan juga menjadi tersangka di Mapolres Jakarta Pusat.

Selasa 4 Mei kemarin tembok beton yang menutupi jalan akses menuju objek tanah sengketa di pergudangan Kapuk Indah, ini hendak dibongkar oleh pihak keluarga Ahok yang telah memenangkan secara inkrah perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Namun mendapat penghadangan dari kelompok Chandra Gunawan.

Pihak Ahok menyayangkan lantaran orang- orang tak bertanggung jawab kerap datang ke lokasi dan melarang pemilik yang sah dan memiliki Sertifikat Hak Milik memanfaatkan lahannya.

Pihak Ahok juga menyayangkan karena aparat Pemprov DKI dan Pemkot Jakarta Utara terkesan melakukan pembiaran terhadap kelompok yang dianggap meresahkan terkait adanya pendirian tembok diatas fasum yang tanpa dilengkapi IMB.

Kelompok suruhan Chandra Gunawan selalu mengklaim lahan dan memiliki surat IMB atas tembok yang berdiri diatas fasilitas umum yang pada bagian sisi luarnya dipenuhi tumpukan sampah setinggi dua meter dan dibagian sisi dalam tembok beton, berserakan bangkai besi tua yang jumlahnya cukup signifikan.

Kekecewaan mendalam juga dirasakan Ahok lantaran di pembongkaran yang sebelumnya dan hendak masuk ke lahannya sendiri terus menerus diganggu oleh kelompok yang sama.

Dia menegaskan seraya meminta Polda Metro, maupun Kabareskrim bisa mencari dan menemukan adanya mafia tanah hingga oknum Pemda yang diduga ikut bermain serta oknum aparat yang diduga pula menjadi beking dalam kasus yang telah menderanya selama kurun waktu belasan tahun tersebut.
.
Saat tindakan eksekusi 2018 lalu, Umar, Juru Sita PN Jakarta Utara mengatakan, pembongkaran tembok dilakukan karena berdiri di atas jalan umum yang merupakan jalur masuk atau akses ke objek sengketa.

Penasehat hukum Ahok, Iming Tesalonika dan Yusni menegaskan bahwa pemilik tanah yang sah adalah The Tiau Hok alias Ahok sudah memenangkan perkara di PN Jakarta Utara pada 24 Oktober 2018 dengan nomor perkara : 19/eks/2018/PN. Jakarta Utara.

Dijelaskannya bahwa pihak yang tak terima atas putusan PN Jakarta Utara selalu berulah setiap saat.

Sebelumnya, Iming telah mengajukan Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Pengawalan kepada Kapolres Jakarta Pusat dan Kapolres Jakarta Utara, terkait pembongkaran kembali tembok yang menutup akses jalan umum di Jalan Kapuk Indah tersebut.

Dia juga meminta Kapolres Jakarta Pusat menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Chandra Gunawan cs.

Iming dan Yusni meminta kasus tersebut jangan dibiarkan berlarut larut. Dirinya menegaskan akan melanjutkan laporan ke Kapolda Metro Jaya, Kapolri hingga ke Presiden jika kasus tersebut tak kunjung tuntas.(Yusni Harefa SH)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed